Seminar Nasional Grup Jawa Pos

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memaparkan diskusi yang didampingi GM Riau Pos Zulmansyah.

Serahkan Piala Penghargaan

CEO Riau Pos Media Grup H Makmur SE Ak MM menyerahkan piala penghargaan zum-penghargaan.

Salam Pak Presiden

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang bersalaman dengan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

One World - One Drupa

Penulis di depan spanduk pameran percetakan terbesar di Jerman.

BERI SOUVENIR

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang memberikan souvenir kepada Direktur Wi Go Indonesia, Duta Subagio saat kunjungan ke redaksi Riau Pos.

29 Oktober 2013

Tim ReDI Kembali Bantu Korban Banjir

Tim Relawan Demi Indonesia (ReDI) memberikan bantuan terhadap korban banjir di Jalan Banda Aceh, Gang Kencana, RT 04/RW 15, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukitraya, Senin (28/10).

Sebelumnya Tim ReDI telah melakukan kunjungan untuk memberi bantuan kepada korban banjir Perumahan Graha Fauzan Asri, Kelurahan Tangkerang Labuai. Kedatangan tim yang dipimpin oleh Korwil ReDI Riau H Zulmansyah Sekedang ini, langsung disambut oleh Lurah Tangkerang Utara Syamsukamar didampingi Ketua RT 04/RW 15 Kelurahan Tangkerang Utara Ropimin. Selain itu puluhan warga yang terdiri dari ibu-iburumah tangga dan remaja juga ikut menyambut kedatangan tim ReDI.

Zulmansyah menuturkan, bantuan yang diberikan sebanyak 40 paket bahan Sembako tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian tim ReDI kepada warga yang terkena musibah banjir. ‘’Kita berharap bantuan ini
bisa bermanfaat bagi keluarga para korban banjir. Kemudian mudah-mudahan ini juga bisa meringankan beban para korban,’’ tuturnya.

Sementara itu, Lurah Tangkerang Utara Syamsukamar menuturkan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan tim ReDi Riau dan Pekanbaru yang hadir. ‘’Kami mengucapkan terima kasih
atas kepeduliannya terhadap warga kami yang terjena musibah. Mudah-mudahan para dermawan lainnya juga ikut tergerak hatinya untuk membantu,’’ harapnya.

Menurut Ketua RT 04/RW 15 Ropimin, banjir yang melanda wilayahnya mencapai hingga lebih dari empat meter dari lantai rumah warga sekitar. Sehingga warga sekitar terpaksa mengungsi ketika terjadi banjir. ‘’Ketika banjir kemarin, Gang Kencana 5 sampai Kencana 8 terendam banjir dan yang terparah berada di Kencana 8 yang mencapai lebih dari empat meter,’’ paparnya.

Mengingat curah hujan yang masih tinggi, Ropimin mewakili warga berharap, pemerintah bisa mencari solusi agar hal tersebut tidak kembali terulang. ‘’Biasanya pada Desember dan Januari curah hujan masih tinggi, jadi wilayah ini masih rentan terkena musibah banjir.

Sehingga kami sangat berharap pemerintah bisa mencari solusi agar hal ini tidak terjadi lagi,’’ harap Ropimin. Sosialisasi ke Pelajar Relawan Demi Indonesia (ReDI) Kota Pekanbaru menyempatkan diri untuk bersosialisasi dengan para pelajar, khususnya SMP dan SMA sederajat. Kesempatan ini dimanfaatkan para relawan untuk menyampaikan program dan bagibagi kaos relawan kepada para pelajar.

Kedatangan para relawan ini bersamaan dengan hari terakhir iven Xpresi Riau Pos, Sabtu (26/10), di lima sekolah, yakni SMPN 10, SMAN 4, SMAN 10, SMPN 32 dan SMPN 1 Pekanbaru. Para relawan yang  mengenakan kaos bertulis Relawan Demi Indonesia dengan gambar utama Dahlan Iskan ini berbaur duduk dengan para siswa dan guru.

Di antara yang ikut hadir kemarin, Kordinator ReDI Pekanbaru Khairul Amri, dan sejumlah kordinator kecamatan (Korcam), antara lain Kecamatan Tampan Candra Gunawan, Rumbai Suprayetno, Limapuluh Anang Fourtuna, dan Bukitraya Rendy R. Kebetulan Korwil ReDI Riau Zulmansyah Sekedang juga hadir bersama di SMPN 32 Pekanbaru.

Khairul Amri mengatakan, kehadiran para relawan ini diharapkan semakin memperjelas dan mempertegas keberadaan ReDI di Kota Pekanbaru. ‘’Ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menyosialisasikan keberadaan ReDI di kota ini.

Bila ada yang ingin bergabung, bisa saja langsung bergabung, di samping kita mengajak juga para pelajar dan guru untuk bersamasama mendukung program Demi Indonesia,’’ kata Khairul. Di beberapa sekolah sebelumnya, juga bersama Xpresi Riau Pos sudah dilakukan bagi-bagi kaos ReDI. Ada yang diberikan kepada siswa, ada juga kepada guru-guru.

Seperti halnya di SMAN 10 kemarin, Kepala Sekolah Hazmi Has yang menerima hadiah kaos dari ReDI justru menyerahkan kaos itu kepada siswanya. Selain kaos, juga ada pin relawan bergambar Dahlan Iskan
yang disematkan ke siswasiswi di sekolah yang dikunjungi.

Korcam ReDI Tampan Candra Gunawan mengaku, sangat senang bisa berbaur dengan siswa-siswi yang ada di sekolah. ‘’Kalau seperti ini terasa masa-masa sekolah dulu. Dunia sekolah ini, apalagi SMA memang
mengasikkan dan kenangannya  sulit dilupakan. Nah, karena itu kami dari ReDI juga ingin ikut mewarnai dunia anak sekolah, agar menjadi lebih baik,’’ katanya.

Begitu juga kata Korcam ReDI Rumbai Suprayetno. ‘’Bagaimanapun siswa-siswi hari ini akan sangat menentukan masa depan Indonesia beberapa tahun ke depan. Karenanya, mereka ini haruslah diarahkan untuk
melakukan hal-hal yang positif agar tidak terjerumus kepada perilaku yang menyimpang. ReDI akan berupaya membimbing genarasi muda untuk menjadi semakin baik,’’ katanya.

Khairul Amri menambahkan, khusus untuk kalangan pelajar, khususnya SLTA akan disiapkan program khusus, yang akan berguna untuk kebaikan mereka nanti. ‘’Doakan saja. Mudahmudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dijalankan program ReDI khusus untuk kalangan pelajar di kota Pekanbaru,’’ ucapnya.(*3/*4/mar)

27 Oktober 2013

Api Insperasi Pemuda Riau

Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan!
ITULAH salah satu kesimpulan penting dalam pertemuan pemuda Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Melaka, Malaysia, tahun 2005 lalu. Waktu itu, saya masih menjabat Sekretaris KNPI Riau 2004-2008 dan dipercaya memimpin delegasi pemuda Riau dalam pertemuan pemuda DMDI yang membahas ‘’Belia dalam Pembangunan’’.

Pun saat pertemuan pemuda Asia Tenggara di Singapura —dimana saya juga ikut salah satu peserta mewakili delegasi Indonesia— tetap saja dikumandangkan soal semangat pemberdayaan pemuda untuk menjadikan pemuda pemimpin di masa depan, pada segala bidang pembangunan.

Hebatnya, fakta hari ini, pemuda Indonesia —termasuk pemuda-pemudi di Riau yang usianya masih di bawah 40 tahun— ternyata telah melewati semangat ‘’Pemuda hari ini pemimpin masa depan!’’ itu. Pemuda-pemudi Riau hari ini, ternyata telah merebut masa depan mereka lebih cepat dari waktunya dan membuktikan diri mereka mampu menjadi pemimpin masa kini!

Salah satu faktanya, lihatlah pada catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Agutus 2010, Muri mencatat bupati termuda di Indonesia berasal dari Riau, yakni Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto yang dilantik menjadi bupati saat usianya masih 30 tahun, 3 bulan dan 23 hari.

Rekor itu memang akhirnya dipatahkan anak muda Indonesia lainnya bernama Mardani H Maming yang dilantik menjadi Bupati Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan saat berusia 28 tahun dan dipatahkan lagi oleh R Mohd Makmun Ibnu Fuad yang dilantik menjabat Bupati Bangkalan, Madura di Jawa Timur saat usianya baru 26 tahun. Tapi, fakta baru sudah tertulis dalam sejarah: pemuda hari ini adalah pemimpin masa ini, bukan lagi pemimpin untuk masa depan!

Menjadi kepala daerah, tentu saja bukan itu satu-satunya ‘’alat ukur’’ anak-anak muda Riau sukses di bidang politik. Sebelumnya, ada juga pemuda Riau sudah dipercaya menjadi ketua partai politik (parpol) saat usianya masih 29 tahun, yakni HM Lukman Edy yang menjabat Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau. Bahkan, Lukman Edy kemudian mengharumkan nama Riau— bukan hanya nama pemuda Riau— setelah dia ditunjuk Presiden SBY menjadi menteri saat usianya masih di bawah 40 tahun.

Di bidang ekonomi, anak-anak muda Riau bagaikan kilap mutiara. Sebut satu nama, misalnya Sacharissa Kurniawan. Entrepreneur muda yang lahir di Kota Dumai ini, memang namanya kurang populer, tetapi dia telah menjadi desainer dan perancang properti terkemuka. Bukan hanya untuk Indonesia, tetapi bahkan di dunia. Beberapa properti rancangannya Sacharissa Kurniawan antara lain San Li Tun, Soho Zhong Guan Cun dan Soho Beijing Residence di Beijing-Cina, serta Leo Burnett Office, Ashley Isham Boutique dan Prologue Bookstore di Singapura.

Pada bidang seni dan entertainment, anak-anak muda Riau lainnya membuktikan diri sukses menembus pentas nasional dan eksis di masa ini dengan jutaan fans mengidolakan mereka.

Sebutlah nama Geisha Band yang digawangi Momo (vocal), Roby (gitar), Nard (bass), Dhan (keyboard), Aan (drum) serta Lyla Band yang digawangi Indra Sinaga (vokal), Fare Adinata (gitar), Dharma (keyboard), Amek Jen Aris (drum) dan Dhennis (bass). Kerja keras, kesungguhan, serta fokus pada bidang yang mereka tekuni merupakan kunci sukses anak-anak muda Riau itu.

Pada berbagai-bagai bidang lainya, pendidikan, hukum dan advokasi, olahraga serta lainnya, tapak-tapak prestasi juga telah ditorehkan anak-anak muda Riau. Sebagian prestasi anak muda Riau itu, disajikan Riau Pos hari ini dalam edisi khusus Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Edisi khusus Sumpah Pemuda ini dipersembahkan untuk menjadi ‘api inpirasi’, sehingga di kemudian hari pada masa depan semakin banyak anak-anak muda Riau yang berprestasi lebih hebat, lebih hebat dan lebih hebat lagi!***

24 Oktober 2013

Tim ReDI Arungi Banjir Sampaikan Bantuan

Kunjungan rombongan tim Relawan Demi Indonesia (ReDI) Kamis (24/10) pagi, cukup mengharukan warga korban banjir Peruma­han Graha Fauzan Asri, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya. Tim ReDI Pro­vinsi Riau dan tim ReDI Kota Pekanbaru serta tim Kecamatan Bukitraya menyerahkan bantuan beras dan mie instans untuk meringankan korban banjir.
Korwil ReDI Riau H Zulmansyah Sekedang, mengomandoi jadwal kunjungan korban banjir tersebut, yang di­dampingi Camat Bukitraya Chairani bersama dengan beberapa pejabat perangkat kecamatan tersebut. Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan ini telah tiba di perumahan tersebut. Terlihat puluhan rumah warga yang sudah terendam banjir akibat luapan air Sungai Sail yang berada tidak jauh dari lokasi perumahan warganya. Banjir yang paling dalam mencapai satu meter lebih.

‘’Air sudah naik sekitar pukul 01.00 WIB, hujan sangat lebat, banjir pun tak terelakkan lagi,’’ ungkap Dani, salah satu warga perumahan tersebut.

Rombongan ReDI pun tak gentar untuk terus mencapai tenda pen­gungsian yang telah berdiri di dalam perumahan tersebut. Tim ReDI bertekat keras agar bantuan beras dan mie instan yang sudah disiapkan bisa sampai ke tenda pengungsian tersebut. Dengan semangat kuat itu tim pun mengangkat beras dan mie instan dari mobil dan langsung dipanggul. Setiap orang memanggul satu karung beras dan ada yang mie instan.

Karena lokasi perumahan sudah teredam air banjir, maka rom­bongan pun melepas sepatunya masing-masing, menggulung celana setinggi lutut dan maju tak gentar menerjang banjir untuk sampai di tenda pengungsian warga perumahan tersebut. Tak memakan waktu yang cukup lama, bantuan itu pun berhasil di berikan untuk warga korban banjir.

Korwil ReDI Riau Zulmansyah, mengatakan bantuan yang diberikan tersebut sifatnya spontanitas, di mana sebelumnya mendapatkan informasi dari ReDI Kecamatan Bukitraya. ‘’Ya, ini spontanitas dari tim relawan Demi Indonesia Kecamatan Bukitraya. Me­reka informasikan kepada kita, ada kelompok masyara­kat yang terkena banjir, teman-teman Demi Indonesia Provinsi Riau dan teman-teman Demi Indonesia Kota Pekanbaru berkumpul, kemudian spontanitas, menyerahkan bantuan beras dan mie instan,’’ ungkap Zulmansyah kepada Riau Pos.

Harapannya, bantuan yang diberikan tersebut dapat mem­bantu penderitaan korban banjir. ‘’Mudah-mudahan ini bisa membantu meringankan warga Kecamatan Bukitraya yang terkena banjir ini,’’ tuturnya.

Zulmansyah pun tak lupa berterimakasih atas informasi tim ReDI Kecamatan Bukitraya. Dengan begitu dapat cepat member­ikan bantuannya. ‘’Kita terimakasih terhadap relawan Bukitraya yang terus memantau warga tempatan, memberikan informasi kepada kita,’’ sebutnya.

Mengingat tidak satu lokasi yang terkena banjir dan juga masih ada beberapa warga yang terkena banjir, maka relawan tim DI akan menginformasikan bagi pihak lain yang mau menjadi dermawan untuk membantu korban banjir. ‘’Mu­dah-mudahan, ini kita informa­sikan terhadap pihak-pihak lain, yang mungkin berkenan menjadi dermawan untuk membantu daerah-daerah yang terkena banjir,’’ imbuhnya.

Camat Bukitraya Chairani, mengungkapan keharuannya. Atas bantuan yang diberikan ReDI terhadap korban banjir di Kecamatan Bukitraya, tentu dirasa dia sangat membantu sekali pen­deritaan korban banjir.

‘’Alhamdulillah kita ucapkan, semoga bantuan yang diberikan tim relawan DI membawa berkah dan tentunya sangat meringankan korban banjir,’’ ungkapnya.

Bantuan dari Relawan De­mi Indonesia juga dirasakan oleh warga Jalan Kencana 7 Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamama­tan Bukitraya. Dua pekan belakangan banjir menggenangi pemukiman me­reka.

Kurangnya bahan makanan menjadi salah satu keluhan ma­syarakat yang ada di kawasan tersebut. Bantuan berupa bahan pokok sangat menjadi prioritas bagi warga yang sedang menjadi korban banjir. ‘’Kami sangat bersyukur atas semua bantuan yang diberikan oleh para Relawan Demi Indonesia. Alhamdulillah tempat kami ini masih ada yang memperhatikan,’’ ujar Marlina (35), warga Jalan Kencana 7.

Pantauan Riau Pos, warga perumahan menempati tenda pengung­sian dengan tiang besi tersebut menjadi tempat me­re­ka mengungsi sementara sam­bil menunggu banjir surut. Warga tidak banyak dite­mui karena sebagian besar banyak yang memilih untuk mengungsi di tempat sanak kelaurga yang ada di Pekanbaru.


‘’Banyak warga yang mengungsi di tempat orangtua dan kera­batnya, karena banjir ini sudah menjadi langganan, jadi tahu kapan baru berakhir,’’ kata sejumlah warga di tenda itu. Sebelum tiba di lokasi banjir, tim relawan DI tersebut berkumpul di hala­man Kantor Camat Bukitraya.(ilo)

06 Oktober 2013

Taksabar Menunggu Technical Meeting

Semua sekolah tak ingin tampil buruk saat Tari Melayu Massal pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), Ahad (13/10) mendatang. Dua pekan terakhir, siswa di beberapa sekolah terus melakukan latihan intensif untuk menguasai tari-tari yang ditampilkan. Sejumlah sekolah juga tak sabar menanti technical meeting.

Kepala MAN 1 Pekanbaru Hayatiruh kepada Riau Pos mengatakan, dirinya ingin segera tahu berbagai teknis acara. Apalagi saat ini, lima tari yang akan dibawakan pada hari H nanti sudah hampir semuanya dikuasai para siswa. Menjelang technical meeting, para siswa MAN 1 terus fokus latihan.

‘’Anak-anak sudah mahir empat dari lima tari yang akan dibawa­kan besok. Alhamdulillah, Serampang 12 seperti Induk Tari Melayu, jadi tari-tari yang lain tidak sulit lagi. Sekarang ini kami ingin segera technical meeting, minimal tahu persis dimana posisi anak-anak saat tampil nanti agar tidak bingung,’’ ungkap Hayatir­uh, Ahad (6/1).

Persiapan matang juga diucapkan Kepala Sekolah SMAN 10 Pekan­baru Azmis Has. Jauh-jauh Azmi yakin anak-anaknya mampu menguasai semua tari, dan saat ini dia yakin anak-anaknya bisa tampil bagus. Sama halnya Hayatiruh, Azmi juga sudah tidak sabar menung­gu technical meeting.

‘’Untuk gerakan tari-tari yang akan ditampilkan, anak-anak sudah dapat menguasi dengan baik. Anak kami siap tampil, sekarang menunggu technical meeting saja,’’ ungkapnya.

Sementara dari pihak panitia memastikan technical meeting akan digelar pada Kamis (10/10). Segala teknis acara akan dibahas tuntas pada technical meeting yang digelar di Aula Dinas Pendi­di­kan Kota Pekanbaru nanti.

‘’Riau Pos sudah mempersiapkan beberapa halaman khusus mengu­las rencana pelaksanaan acara nanti. Teknis juga akan dibahas saat technical meeting,’’ ungkap General Manager Riau Pos, Zul­mansyah Sekedang.

Ahad (6/10) kemarin, panitia telah melakukan survei mendetil ke lokasi acara di Jalan Gadjah Mada dan Jalan Diponegoro Pe­kan­­baru. Zulmansyah Sekedang, Pemimpin Redaksi Xpresi Riau Pos Khairul Amri dan Manager Event and Organizer (EO) Indra Cahya juga sudah memastikan letak panggung utama.(rpo)

Warga Jalan Pemuda Dapat Revo

Suhardi, warga Jalan Pemuda Pekanbaru, terpilih sebagai pemenang hadiah utama iven ‘’Kejutan Beruntung’’ susu kental manis Frisian Flag, Ahad (6/10). Suhardi berhak atas satu unit motor Honda Revo untuk iven pekan pertama Oktober 2013 ini. Sayangnya Suhardi tidak hadir di lokasi acara, padahal beberapa pemenang lainnya ada yang membawa pulang langsung hadiah.

Sementara itu, pemenang hadiah lainnya berupa dua unit Blackberry adalah Didik Dasmanto dan Titin Marlina. Sementara pemenang satu unit Samsung Galaxy Tab 2 adalah Anasri. Untuk nama-nama pemenang selengkapnya bisa dilihat di halaman 9 koran ini.

Selain bagi-bagi hadiah, acara mingguan ini secara rutin menggelar senam sehat bersama pada pagi harinya, dimulai sekitar pukul 7.00 WIB. Di sela-sela pencabutan hadiah, juga digelar berbagai games menarik dan juga hiburan musik dangdut kepada yang hadir.

Iven ‘’Kejutan Beruntung’’ susu kental manis Frisian Flag ini juga menghadirkan cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros. Pengunjung acara juga dapat kesempatan cek gula darah dan cek tekanan darah di lokasi acara. Awal Bros juga memberikan hadiah voucher general check up pada pemenang games pagi kemarin.

General Manager Riau Pos H Zulmansyah Sekedang menyebutkan, program berhadiah dari susu kental manis Frisian Flag ini akan terus hadir hingga November 2013. Jadi, dikatakannya, bagi yang pekan ini belum dapat hadiah, pekan depan di jam dan hari yang sama acara ini kembali hadir.

‘’Bagi yang belum pernah kumpulan kupon dan label susu kental manis Frisian Flag, silakan kirim mulai hari ini hingga Ahad depan. Masih banyak hadiah yang kami sediakan, siapapun bisa memang. Semakin banyak kupon yang dikumpulkan, semakin banyak kesempatan menang,’’ ungkapnya.(rpo)