Seminar Nasional Grup Jawa Pos

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memaparkan diskusi yang didampingi GM Riau Pos Zulmansyah.

Serahkan Piala Penghargaan

CEO Riau Pos Media Grup H Makmur SE Ak MM menyerahkan piala penghargaan zum-penghargaan.

Salam Pak Presiden

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang bersalaman dengan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

One World - One Drupa

Penulis di depan spanduk pameran percetakan terbesar di Jerman.

BERI SOUVENIR

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang memberikan souvenir kepada Direktur Wi Go Indonesia, Duta Subagio saat kunjungan ke redaksi Riau Pos.

02 April 2008

”Media Kurang Berpihak pada Pemberitaan Perempuan?”

Sejumlah media massa yang terbit di Provinsi Riau, dinilai kurang memberikan tempat untuk pemberitaan kegiatan perempuan. Tak hanya itu, media juga tidak berpihak untuk mengangkat sosok perempuan berkualitas . Akibatnya keberhasilan perempuan kurang terpublikasi dengan baik.


‘’Kami merasa cukup prihatin dengan keberpihakan media untuk pemberitaan aktivitas perempuan. Sekaligus mengangkat sosok perempuan ke permukaan. Akibatnya meski berkualitas, sosok perempuan tak pernah diketahui oleh khalayak ramai,’’ ucap Siti Rohana, salah seorang aktivis perempuan asal Kelurahan Merpoyan Damai, Pekanbaru. Ini disampaikannya saat menjadi peserta pada kegiatan Workshop Pendidikan Politik untuk Perempuan Pedesaan Kabupaten/Kota Provinsi Riau, di Hotel Ibis Pekanbaru, Rabu (2/4). Kegiatan diselenggarakan Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat (BPPM) Provinsi Riau, bekerjasama dengan Indonesian Society for Democracy and Peace (ISDP) Riau.

Pertanyaan bernada kritikan ini, disampaikan Siti Rohana pada sesi bahasan ‘’Perempuan dan Politik dalam Perspektif Media’’ dengan pembicara Pemimpin Redaksi Riau Pos Zulmansyah Sekedang.

Minimnya pemberitaan terhadap kalangan perempuan ini sebut Rohana, menyebabkan semakin kecilnya peluang perempuan untuk terlibat dalam dunia politik. Apalagi untuk menjadi calon legislatif melalui partai politik atau calon independen yang peluangnya dibuka melalui keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Menanggapi ini, Zulmansyah menyebutkan, sejauh ini keberpihakan media di Riau untuk pemberitaan terhadap kalangan perempuan sudah terbilang cukup bagus. Untuk Riau Pos misalnya, telah menyediakan sebanyak delapan halaman khusus untuk pemberitaan tentang perempuan termasuk aktivitas-aktivitas perempuan. Ini dikemas khusus dalam koran Riau Pos terbitan Ahad.

‘’Mungkin ibu-ibu saja yang tidak fokus membaca dan mencermatinya,’’ ucap Zulmansyah. Selain itu Riau Pos juga menyediakan rubrik khusus untuk kalangan remaja termasuk perempuan di halaman X-Presi. Riau Pos sehari-hari juga memberi tempat cukup baik untuk perempuan untuk diberitakan.

Menurut Zulmansyah, dalam perspektif media, saat ini kesempatan dan peluang kaum perempuan untuk ikut dan berperan dalam aktivitas politik sangat besar. Selain itu jumlah kaum perempuan lebih besar dari laki-laki. ‘’Aturan hukum yang ada saat ini juga memberikan kuota besar bagi perempuan untuk bangkit dan berdiri sama tegak dengan kaum laki-laki, terutama dalam aktivitas politik termasuk di keanggotaan legislatif,’’ katanya.***