Seminar Nasional Grup Jawa Pos

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memaparkan diskusi yang didampingi GM Riau Pos Zulmansyah.

Serahkan Piala Penghargaan

CEO Riau Pos Media Grup H Makmur SE Ak MM menyerahkan piala penghargaan zum-penghargaan.

Salam Pak Presiden

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang bersalaman dengan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

One World - One Drupa

Penulis di depan spanduk pameran percetakan terbesar di Jerman.

BERI SOUVENIR

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang memberikan souvenir kepada Direktur Wi Go Indonesia, Duta Subagio saat kunjungan ke redaksi Riau Pos.

15 Agustus 2008

Samsat Lolos 16 Besar


Samsat Kota Pekanbaru menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Turnamen Zoom Futsal, setelah kembali meraih kemenangan telak 8-4 dari Kaskus R3 di Lapangan Zoom Futsal, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (11/8). Hasil ini membuat Ostin dkk tak tergoyahkan di puncak klasemen Grup B. Karena pada laga perdana, mereka pun menang dari Sekwan A 7-3.

Gol kemenangan Denpal dihasilkan melalui Naldi dua gol, Sunaryo (3 gol), Syahrul dan Nico masing-masing satu gol. Sedangkan di kubu Sekwan, gol dilesakkan oleh Taman, Yupi fan Hepriyanto.

Pada laga lainnya Sekwan B harus angkat koper setelah kembali kalah setelah digasak Denpal 3-7. Karena pada laga pertama mereka juga kalah, sehingga membuat mereka tak memiliki kesempatan untuk lolos ke
babak selanjutnya.

Sedangkan di partai keempat, Babussalam ditundukkan K3 Club Futsal 1-4. Gol K3 R dicetak oleh David, Adi dua gol dan Nanda, sedangkan gol semata wayang Babussalam dibuat oleh Warman.

Sementara partai paling seru dilakoni PTPN V ketika ditahan GAV 4-4. Di mana PTPN V yang diperkuat eks pemain PSPS tersebut melawan anak-anak muda. Akibatnya, kejar-kejar gol pun tak terelakkan. Yudi dkk baru bisa menyamakan skor di menit akhir pertandingan. Malahan partai yang ditonton ratusan orang ini pada babak pertama PTPN V tertinggal 1-2. Dari kehatian-hatian dua tim tersebut akhirnya mereka berbagi angka. Di mana gol PTPN V dilesakkan melalui Yudi, Aidil Desfi dua gol, Hasan, sedangkan GAV dicetak melalui hattrick Rio dan satu gol Fauzan.

Di pertandingan selanjutnya, tuan rumah Zoom Futsal berhasil mengalahkan Mama Futsal 1-.7. Partai yang tak imbang tersebut berlangsung kurang menarik, karena kurangnya tekanan yang dilakukan oleh Mama Futsal. Pada laga tersebut kemenangan zoom Futsal dicetak oleh Tri dua gol, Ricky, Lenong Roses, Binta dan Nardi. Sedangkan gol Mama Futsal dihasilkan melalui tendangan Morris.***

13 Agustus 2008

36 Tim Siap Tarung


Sebanyak 36 tim akhirnya resmi menjadi peserta Zoom Futsal Competition and Games (Zoom Futsal CG) sudah dimulai Jumat (8/8) kemaren sampai (17/8) mendatang. Turnamen berhadiah total 88,8 juta ini dihelat dalam rangka Grand Opening Zoom Futsal sekaligus memeriahkan HUT RI ke-63.

Kemarin sebanyak 31 perwakilan tim hadir dalam technical meeting yang dilaksanakan di Rumah Makan Riau Kuring Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. Hanya perwakilan dari tim Riau Pos FC, Wartawan Olahraga Riau, Grand Zuri FC, Nusantara Lima dan Mie Ayam Kota Senayan FC yang tidak hadir. Meski begitu technical meeting berjalan lancar dan semua tim bersedia mematuhi peraturan khusus yang ditetapkan panitia. Dalam technical meeting kemarin, Ketua Panitia Zulmansyah Sekedang membacakan peraturan khusus poin per poin. Tak jarang bila perwakilan tim sekali-kali mengernyitkan kening karena ini adalah sesuatu yang baru, berbeda dengan iven-iven futsal yang pernah ada. Peraturan turnamen ini sangat ketat yang mengacu kepada turnamen futsal Eropa Timur yang mengedepankan kedisiplinan dan fair play. Tidak hanya manajer, pemain dan juga suporter dituntut untuk bersikap fair, menghormati wasit, panitia dan juga tim lawan.

“Terus terang, peraturan turnamen ini sangat ketat. Dan panitia tidak segan-segan mengambil tindakan jika ada tim yang mencoba melanggar. Jika ada tim yang merasa keberatan, silahkan mengundurkan diri dari sekarang,” ujar Zulmansyah.

Peraturan khusus ini selain ketat juga sangat memperhatikan kerapian. Seorang manajer misalnya, ia dituntut untuk berpenampilan rapi, harus memakai kemeja berkerah lengan panjang atau pendek tanpa motif, celana kain, memakai dasi dan memakai sepatu fantovel atau sepatu kulit.

“Saya pikir ini adalah sebuah langkah maju. Meski di satu sisi ada sedikit perbedaan dengan peraturan futsal secara umum, tapi itu tidaklah sakral,” ujar Abdul Muthalib, perwakilan wasit.

Seusai pembacaan peraturan khusus yang disetujui semua tim yang hadir langsung dilakukan drawing. 31 perwakilan tim yang hadir satu per satu maju mencabut nomor undian, di grup mana mereka akan berada. 36 tim tersebut dibagi ke dalam 12 grup, di mana setiap grup diisi tiga tim yang akan saling berhadapan. Para juara grup otomatis langsung ke babak 16 besar, sementara empat tiket tersisa menjadi milik empat runner-up terbaik. Hari ini akan digelar dua pertandingan. RRiau Pos Online yang tergabung di Grup A akan membuka turnamen menghadapi Sekwan DPRD Riau B yang di menangkan Tim Riau Pos Online, sementara di partai kedua Sekwan DPRD A akan saling unjuk kekuatan dengan tim Samsat Kota Pekanbaru.

“Pertandingan dilangsungkan petang dan malam hari. Setiap laga pembukanya diperdengarkan lagu Indonesia Raya untuk memompa semangat tanding para pemain,” ujar Zulmansyah.***

Pekanbaru ke Final Rida Cup 2008


Tim Divisi Regional (Divre) Pekanbaru berhasil maju ke final Turnamen Sepakbola Rida Cup 2008, setelah menyingkirkan tuan rumah Divre Medan 2-0 (0-0) di Stadion Kebun Bunga, Medan, Sabtu (2/7). Kemenangan ini mengantarkan tim yang dimanejeri Zulmansyah tersebut akan menantang Divre Padang di final yang dalam pertandingan sebelumnya menang 2-1 atas Divre Batam.

Keberhasilan ini juga membuat peluang untuk mempertahankan gelar yang tahun lalu diperoleh di Pekanbaru, tinggal selangkah lagi. Tahun lalu, Divre Pekanbaru meraih gelar perdana setelah di final mengalahkan Divre Batam 2-1 setelah sebelumnya menang adu penalti atas Divre Padang. Maka final kali ini akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua tim, dan jauh-jauh hari Divre Padang sudah menunggu pertemuan ini.

‘’’Terima kasih atas kemenangan ini, semoga keinginan kita untuk mempertahankan gelar akan terwujud,’’ kata Zulmansyah seusai pertandingan dan langsung memberikan bonus Rp1 juta kepada tim.

Kepala Divre Pekanbaru, Makmur SE Ak juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Menurutnya, mengalahkan tuan rumah merupakan kebanggaan tersendiri karena kekuatan Medan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. ‘’Para pemain bermain bagus dan kita berharap di final hari ini akan lebih baik lagi karena tim yang kita hadapai di final ternyata kekuatannya jauh lebih baik dari tahun lalu,’’ jelas Makmur.

Bermain dengan kekuatan terbaik, Pekanbaru mendominasi permainan sejak awal pertandingan. Tim yang ditangani trio Deni Adrian (merangkap pemain), Hary B Kori’un dan Rindu Lingga ini bermain spartan sejak awal hingga akhir pertandingan. Trio lini tengah yang diisi oleh Andi, Guntur dan Jefri bermain baik mengalirkan bola dan mengunci permainan Medan yang dimotori oleh Salam. Deni Adrian yang dipasang dengan Raja Isyam di depan, berkali-kali mengancam jala lawan. Tetapi di lini belakang, trio pertahanan yang dikawal oleh Yudi Waldi, Okta dan Sunarto sedikit grogi sehingga beberapa kali penyerang Medan mengancam jala Supriadi.

Setelah sekian kali membuang peluang melalui Guntur dan Andi, akhirnya Deni berhasil membuka kemenangan setelah mendapatkan umpan matang dari Surwandi dari sayap kiri. Bola krosing menyisir tanah Surwandi berhasil diselesaikan dengan baik oleh Deni pada menit ke-26. Dari jarak satu meter tendangannya menembus jala Medan.

Unggul 1-0, anak-anak Pekanbaru tidak mengendorkan serangan. Di menit ke-28 Guntur yang tinggal berhadapan dengan kiper, gagal menghasilkan gol, begitu juga dengan Sunardi maupun Andi. Namun akhirnya Deni kembali membobol jala Medan pada menit ke-36 setelah mendapatkan umpan dari Guntur. Dengan kecepatan tinggi Deni mendahului bek lawan dan kiper Medan yang berusaha menyonsong bola.

Di babak kedua, Pekanbaru terus melakukan serangan dan tak memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk keluar menyerang. Berkali-kali Sunardi, Deni, Guntur, Andi, maupun Ali yang masuk menggantikan Raja Isyam membombardir jala Medan, tetapi gol tambahan yang ditunggu tak kunjung datang.

‘’Tapi kita puas. Permainan kita seperti yang kita buat saat latihan memang benar-benar muncul di lapangan. Semoga lawan Padang para pemain bermain tetap menjaga konsentrasi,’’ jelas Deni Adrian yang diamini oleh Hary dan Rindu.

Padang sendiri melalui manajernya, Jayusdi Effendi, sesumbar akan mengalahkan Pekanbaru di final dan membawa piala bergilir Rida Cup ke Padang. ‘’Kami akan balas dendam dan mengalahkan Pekanbaru. Kekalahan tahun lalu sangat menyakitkan dan kali ini tak ada cerita kami kalah lagi,’’ kata Jayusdi.***

Waspadai Pemicu Konflik Pilkada Sengketa, 179 Pilkada


Laporan ZULMANSYAH, Jakarta zulmansyah@riaupos.co.
Dari pengalaman beberapa kali Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), maka didapat beberapa hal yang disinyalir menjadi pemicu konflik. Dikatakan Menteri Dalam Negeri, H Mardiyanto, semenjak Juni 2005 sampai Maret 2008 sudah dilaksanakan di 349 daerah. Sebanyak 179 Pilkada di antaranya terjadi sengketa.


‘’Berdasarkan pemantauaan yang dilakukan Depdagri, ada empat faktor pemicu timbulnya permasalahan dan sengketa Pilkada di lapangan,’’ jelas mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Hal itu dikatakannya saat bertatap muka dengan pimpinan redaksi Jawa Pos Grup se-Indonesia di Hotel Ciputra Jakarta, awal pekan lalu. Dia meminta daerah mewaspadainya.

Adapun keempat faktor tersebut adalah, pertama, penetapan data pemilih yang tidak cermat atau tidak lengkap serta kontrol dan partisipasi masyarakat kurang intensif. Kedua, permasalahan pencalonan, seperti persyaratan calon yang tidak lengkap (ijazah palsu/tidak punya ijazah) dan atau konflik internal partai politik dalam pengusulan pasangan calon.

Ketiga, KPUD tertentu yang cenderung tidak transparan, tidak independen dan memperlakukan pasangan-pasangan calon tidak adil dan tidak setara dan keempat, sengketa dalam kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara dan seterusnya, seperti dugaan money politics.

‘’Namun secara umum, Pilkada di 349 daerah tersebut berjalan tertib dan lancar sampai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dilantik,’’ katanya, seraya menjelaskan seluruh sengketa Pilkada itu diselesaikan melalui proses hukum di Pengadilan Tinggi (PT) dan Mahkamah Agung (MA).

Mardiyanto menyebutkan di tahun 2008 ini akan dilaksanakan 160 Pilkada di Indonesia, yang terdiri dari 13 Pilkada gubernur/wakil gubernur, 112 Pilkada bupati/wakil bupati, serta 35 pilkada walikota/wakil walikota. Di antara Pilkada gubernur/wakil gubernur itu adalah Pilkada di Riau, Sumatera Utara dan Lampung.***

"Fight" Jadi Capres


Mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra menanam pohon di kompleks Gedung Riau Pos usai berdialog dengan manajemen Riau Pos, Sabtu (16/2/2008). Maju menjadi calon presiden RI (Capres) RI pada Pemilu 2009 sepertinya sudah harga mati bagi Prof Dr Yusril Ihza Mahendra.


‘’Kita fight saja,’’ ujar mantan Mensesneg itu saat bersilaturahmi di redaksi Riau Pos, Sabtu (16/2). Kehadiran Yusril di Pekanbaru dalam rangka memberikan taushiyah bersempena Silaturahmi Ulama se-Riau yang dilaksanakan PBB Riau.

Untuk fight menjadi Capres, kata suami Rika Tolentino Kato itu, tim suksesnya, termasuk Partai Bulan Bintang (PBB) senantisa memanfaatkan semua potensi termasuk membangun opini dan memperluas jaringan dalam rangka mendukung dirinya menjadi Capres di Pemilu 2009.

Salah satu potensi yang akan digalang Yusril bersama timnya adalah kalangan konstituen Islam dan dari luar Jawa. Bila ini sukses, Ketua Dewan Syura PBB ini optimis dapat meraih posisi presiden 2009 mendatang.

Diakui Yusril, dengan pengalaman tiga kali menjadi menteri dan berada dalam lingkaran istana sejak masa Soeharto, secara pribadi ia siap memimpin Indonesia. Karena itu pula, ia tak mungkin lagi mau dicalonkan menjadi menteri.

Soal dukungan PBB, diakuinya perolehan suara partai berlambang bulan dan bintang dalam lingkaran hijau itu masih kecil. ‘’PBB akan all out untuk bisa maju (mengusung capres, red) sendiri. Kalau tidak tentu akan berkoalisi,’’ ujarnya.***