Seminar Nasional Grup Jawa Pos

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memaparkan diskusi yang didampingi GM Riau Pos Zulmansyah.

Serahkan Piala Penghargaan

CEO Riau Pos Media Grup H Makmur SE Ak MM menyerahkan piala penghargaan zum-penghargaan.

Salam Pak Presiden

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang bersalaman dengan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

One World - One Drupa

Penulis di depan spanduk pameran percetakan terbesar di Jerman.

BERI SOUVENIR

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang memberikan souvenir kepada Direktur Wi Go Indonesia, Duta Subagio saat kunjungan ke redaksi Riau Pos.

13 Agustus 2008

Danlanud Membuka Diri untuk Media


Danlanud Pekanbaru, Kolonel (Pnb) Dody Trisunu, Selasa (12/2) tadi malam berkunjung ke Redaksi Riau Pos. Kunjungan pertamanya ke harian terbesar di Sumatera itu adalah untuk menjalin kerja sama dalam pemberitaan yang berkaitan dengan Lanud Pekanbaru.


Kedatangan Danlanud ini disambut Pemimpin Umum Riau Pos H Sutrianto, Pemred, Zulmansyah Sekedang, Wapemred Raja Isyam Azwar dan Koordinator Liputan (KL) Abdul Kadir Bey. Dalam kesempatan itu, Danlanud berdialog singkat dengan Pimpinan Umum, dan jajaran redaksi Riau Pos.

‘’Kami selalu membuka diri dengan media, terutama harian Riau Pos. Hubungan seperti ini perlu kita jalin terus agar tidak terjadi miskomunikasi nantinya, terutama yang menyangkut dengan pemberitaan Lanud Pekanbaru. Bila ada menemukan kesulitan, mohon diinformasikan kepada kami, karena kami dari dulu memang tidak pernah menutup diri dengan teman-teman dari media,’’ ujar Danlanud.

Namun Dody mengharapkan bila ada konfirmasi pemberitaan sebaiknya langsung dengan yang berwenang dan tidak mengutip langsung dari personilnya yang memang tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan statemen.

‘’Di Lanud yang berhak mengeluarkan statemen adalah komandan atau Kapentak yang memang mendapat wewenang memberikan statemen untuk kawan-kawan wartawan. Bila selama ini ada personil kami yang mempersulit rekan-rekan wartawan dalam mengumpulkan berita, mohon langsung diinformasikan ke saya,” tegasnya.

Suratkabar Tanpa Inovasi, Siap-siap Ditinggal Pembaca

Eksistensi suratkabar dewasa ini banyak menghadapi banyak tantangan dan terancam ditinggalkan oleh pembacanya. Karena itu diperlukan strategi agar suratkabar dapat terus berkembang dan dijadikan refrerensi oleh masyarakat.


“Kalau media cetak tidak pandai-pandai menyikapi situasi seperti ini, maka siap-siap saja media cetak itu akan ditinggalkan oleh pembacanya. Apalagi dengan persaingan media elektronik yang lebih cepat menerbitkan berita, bila tidak ada inovasi maka media cetak suratkabar misalnya akan ditinggalkan oleh pembacanya,’’ papar Wakil Direktur Jawa Pos Azrul Ananda pada Lokakarya Marketing Jurnalism Riau Pos Group Divisi Regional Pekanbaru, Senin (11/2) di Hotel Furaya, Pekanbaru. Kegiatan ini diikuti oleh pemred, wapemred, redaktur pelaksana (redpel) dan redaktur di Divisi Regional (Divre) Pekanbaru di antaranya Kepala Divisi Regional Pekanbaru H Makmur SEAk MM, Pemred Riau Pos Zulmansyah, Pemred Pekanbaru Pos Amzar, Pemred Pekanbaru MX Herianto, Pemred Dumai Pos Erianto Hadi, Manajer Pemasaran Riau Pos Yurmalis Khatib.

Menurut mantan Pemred Jawa Pos ini, suratkabar dari segi media sudah termasuk kuno. Ada beberapa hal yang mengancam eksistensi suratkabar yakni waktu pemberitaan, harga suratkabar dan SDM yang bekerja di suratkabar.

Ancaman yang paling gawat adalah waktu penerbitan yang berpengaruh terhadap minat masyarakat membaca pemberitaan yang diberitakan oleh suratkabar.

“Itu salah satu tantangan, tapi bisa diakali dengan memberitakan yang lebih komplit dari berita yang disiarkan di media elektronik. Berita yang terbit di suratkabar harus diperkuat dengan analisis. Bila itu dilakukan oleh penerbit suratkabar, maka suratkabar tetap dibaca dan diminati oleh masyarakat,’’ jelasnya.

Menyikapi itu, mantan Azrul membagi tiga pilar yang menjadi penentu eksistensi suratkabar. Pertama, distribusi (pemasaran) dengan customer adalah pembeli. Distribusi ini memiliki peranan penting dalam maju tidaknya sebuah suratkabar. Kedua, iklan dengan custumer pemasang iklan. Ketiga, yang tak kalah pentingnya adalah redaksi dengan customernya adalah pembaca.

“Ketiga pilar ini harus sejalan, agar suratkabar bisa tetap eksis dan kuat. Mereka saling berbeda tetapi harus sejalan,’’ tambahnya.***

Yakin Menang, Terus Kirim Kupon

Keyakinan akan menang diiringi dengan usaha terus menerus mengirimkan kupon Borong Habiz, ternyata membuahkan hasil nyata. Keluarga Supriyono dan keluarga H Irianto akhirnya terpilih menjadi pemenang program Borong Habiz periode ke-22.


Kepada kedua keluarga diberikan hak untuk belanja sepuasnya dan gratis di Hypermart Mal SKA Pekanbaru. Mereka akan diberikan uang masing-masing senilai Rp750 ribu. Program ini merupakan kerja sama Riau Pos dengan Hypermat Mal SKA Pekanbaru, Yamaha, dan Coca Cola.

Nama keduanya muncul setelah dilakukan penarikan kupon di gedung Riau Pos, Panam, Kamis (7/2). Pencabutan undian langsung Pemimpin Redaksi Riau Pos, Zulmansyah didampingi koordinator Borong Habiz, Indra Cahya.

Dari penuturan Supriyono saat dihubungi Riau Pos kemarin, mulai dari periode pertama keluarga yang bertempat tinggal di Perumahan Mutra Lestari Blok B 7 ini sudah mengirimkan kupon. Saking niatnya untuk menang, Supriyono meminta kupon dari kerabatnya.

‘’Istri saya tidak pernah percaya kami sekeluarga akan menang. Tapi saya terus saja mengirimkan kupon, tanpa mempedulikan apa kata istri. Allhamdulillah, kami bisa menang,’’ ujar Supriyanto dengan nada gembira.

Supriyono menambahkan, berkat kerja keras dan kepercayaan bisa menanglah keluarganya bisa menang. ‘’Jadi jangan pernah menyerahlah. Kirimkan saja kupon sebanyaknya biar bisa menang seperti kami,’’ sarannya.***

Tiga Bocah Beruntung

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Riau Pos, yang dilangsungkan Ahad (20/1) diikuti lebih 5.000 peserta. Dalam sepeda santai itu, tiga bocah mendapat rezeki nomplok, dua meraih doorprize sepeda motor dan seorang mendapatkan hadiah televisi berwarna 29 inci langsung dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal.


Semula target peserta hanya 2.500 orang saja. Namun di luar dugaan membludak hingga lebih dua kali lipat. ‘’Kami senang ikut sepeda santai Riau Pos. Selain menyehatkan, hadiahnya juga banyak. Sering-sering maunya seperti ini,’’ ungkap Fadil, warga Marpoyan Damai, salah seorang peserta.

Sedangkan Gubri HM Rusli Zainal yang didaulat melepas start peserta sepeda santai, malah ikut bersepeda bersama ribuan peserta lainnya. Bahkan, sejak start dari Jalan Seokarno-Hatta depan Mal SKA sampai akhirnya kembali finish di tempat yang sama, Gubri yang berkayuh ditemani Direktur Riau Pos H Makmur dan H Sutrianto, terlihat penuh semangat.

‘’Kegiatan seperti ini perlu dikembangluaskan karena banyak sekali hal positif yang bisa diambil. Kita butuh rasa kebersamaan dalam membangun Riau ini dan melalui olah raga bersepeda ini diharapkan pula membangun solidaritas dan kekuatan bagi diri dan masyarakat,’’ katanya saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan itu, selain Direktur H Makmur, Pimpinan Umum Sutrianto, turut juga hadir Pimpinan Redaksi Zulmansyah Sekedang, Wapimred Raja Isyam Azwar dan Syamsul Bahri Samin, Manager Pemasaran Yurmalis Khatib serta jajaran manager dari Riau Pos Grup.***

Pekanbaru Patut Jadi Kota Layak Anak

KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Riau, Hj Dra Rosnaniar menilai Pekanbaru patut menjadi Kota Layak Anak.Langkah ini untuk menciptakan sistem yang bisa melindungi dan memenuhi semua hak anak-anak Indonesia.


‘’Kota Pekanbaru patut menjadi Kota Layak Anak di mana hak-hak anak akan dipenuhi. Pantauan kami, banyak anak tidak memiliki Akta Kelahiran disebabkan merasa tidak penting dan sebagian lagi sulit mengurusnya dengan berbagai persyaratan rumit dan ada oknum pegawai yang memberatkan dengan sejumlah biaya,’’ ucap Rosnaniar, Selasa (19/2).

Kemarin, KPAID Riau memberikan 438 Akta Kelahiran secaragratis kepada anak-anak di Lokalisasi Teleju, Kelurahan Rejosari, Tanayan Raya.

Rosnaniar menyebutkan, akta kelahiran sangat penting untuk menunjang masa depan sang anak karena diperlukan pada untuk memasuki SMP dan SMA nantinya termasuk urusan-urusan lainnya. Kata dia, dipilihnya Lokalisasi Teleju karena selama ini warga di sana kesulitan mengurus Akta Kelahiran.

Salah seorang anak penerima Akta Kelahiran, Irsya, masih dengan memakai pakaian seragam sekolah dasarnya putih merah terlihat lebih banyak tertawa saat menerima akta tersebut. Tampak sekali ia tidak mengerti apa gunanya kertas selembar yang diberikan les berwarna keemasan tersebut. Ia mungkin tertawa senang karena surat selembar tersebut langsung diterimanya dari Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM.

‘’Ya tidak tahu untuk apa. Akta kelahiran kan? Tanda kelahiranlah, ada tanggal lahir dan namanya. Senang memang. Tidak tahu untuk apa gunanya,’’ katanya saat ditanya Riau Pos. Hadir pada kesempatan acara tersebut, pengurus KPAID Provinsi Riau, di antaranya Nurhasyim, Zulmansyah, pengurus KPAID Kota Pekanbaru, dr Ekmal Rusdy, Jakiman SPd dan lainnya. Disamping itu juga hadir Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM yang menyerahkan secara simbolis akta kelahiran, Kepala Distarduk Kota Pekanbaru, HM Dorman Johan, Kadis Sosial dan Pemakaman, Hj Husnimar Abdullah, Camat Tenayan Raya Daryuzar dan lainnya. ***