Seminar Nasional Grup Jawa Pos

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh memaparkan diskusi yang didampingi GM Riau Pos Zulmansyah.

Serahkan Piala Penghargaan

CEO Riau Pos Media Grup H Makmur SE Ak MM menyerahkan piala penghargaan zum-penghargaan.

Salam Pak Presiden

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang bersalaman dengan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

One World - One Drupa

Penulis di depan spanduk pameran percetakan terbesar di Jerman.

BERI SOUVENIR

GM Riau Pos, Zulmansyah Sekedang memberikan souvenir kepada Direktur Wi Go Indonesia, Duta Subagio saat kunjungan ke redaksi Riau Pos.

13 Agustus 2008

Yakin Menang, Terus Kirim Kupon

Keyakinan akan menang diiringi dengan usaha terus menerus mengirimkan kupon Borong Habiz, ternyata membuahkan hasil nyata. Keluarga Supriyono dan keluarga H Irianto akhirnya terpilih menjadi pemenang program Borong Habiz periode ke-22.


Kepada kedua keluarga diberikan hak untuk belanja sepuasnya dan gratis di Hypermart Mal SKA Pekanbaru. Mereka akan diberikan uang masing-masing senilai Rp750 ribu. Program ini merupakan kerja sama Riau Pos dengan Hypermat Mal SKA Pekanbaru, Yamaha, dan Coca Cola.

Nama keduanya muncul setelah dilakukan penarikan kupon di gedung Riau Pos, Panam, Kamis (7/2). Pencabutan undian langsung Pemimpin Redaksi Riau Pos, Zulmansyah didampingi koordinator Borong Habiz, Indra Cahya.

Dari penuturan Supriyono saat dihubungi Riau Pos kemarin, mulai dari periode pertama keluarga yang bertempat tinggal di Perumahan Mutra Lestari Blok B 7 ini sudah mengirimkan kupon. Saking niatnya untuk menang, Supriyono meminta kupon dari kerabatnya.

‘’Istri saya tidak pernah percaya kami sekeluarga akan menang. Tapi saya terus saja mengirimkan kupon, tanpa mempedulikan apa kata istri. Allhamdulillah, kami bisa menang,’’ ujar Supriyanto dengan nada gembira.

Supriyono menambahkan, berkat kerja keras dan kepercayaan bisa menanglah keluarganya bisa menang. ‘’Jadi jangan pernah menyerahlah. Kirimkan saja kupon sebanyaknya biar bisa menang seperti kami,’’ sarannya.***

Tiga Bocah Beruntung

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Riau Pos, yang dilangsungkan Ahad (20/1) diikuti lebih 5.000 peserta. Dalam sepeda santai itu, tiga bocah mendapat rezeki nomplok, dua meraih doorprize sepeda motor dan seorang mendapatkan hadiah televisi berwarna 29 inci langsung dari Gubernur Riau HM Rusli Zainal.


Semula target peserta hanya 2.500 orang saja. Namun di luar dugaan membludak hingga lebih dua kali lipat. ‘’Kami senang ikut sepeda santai Riau Pos. Selain menyehatkan, hadiahnya juga banyak. Sering-sering maunya seperti ini,’’ ungkap Fadil, warga Marpoyan Damai, salah seorang peserta.

Sedangkan Gubri HM Rusli Zainal yang didaulat melepas start peserta sepeda santai, malah ikut bersepeda bersama ribuan peserta lainnya. Bahkan, sejak start dari Jalan Seokarno-Hatta depan Mal SKA sampai akhirnya kembali finish di tempat yang sama, Gubri yang berkayuh ditemani Direktur Riau Pos H Makmur dan H Sutrianto, terlihat penuh semangat.

‘’Kegiatan seperti ini perlu dikembangluaskan karena banyak sekali hal positif yang bisa diambil. Kita butuh rasa kebersamaan dalam membangun Riau ini dan melalui olah raga bersepeda ini diharapkan pula membangun solidaritas dan kekuatan bagi diri dan masyarakat,’’ katanya saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan itu, selain Direktur H Makmur, Pimpinan Umum Sutrianto, turut juga hadir Pimpinan Redaksi Zulmansyah Sekedang, Wapimred Raja Isyam Azwar dan Syamsul Bahri Samin, Manager Pemasaran Yurmalis Khatib serta jajaran manager dari Riau Pos Grup.***

Pekanbaru Patut Jadi Kota Layak Anak

KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Provinsi Riau, Hj Dra Rosnaniar menilai Pekanbaru patut menjadi Kota Layak Anak.Langkah ini untuk menciptakan sistem yang bisa melindungi dan memenuhi semua hak anak-anak Indonesia.


‘’Kota Pekanbaru patut menjadi Kota Layak Anak di mana hak-hak anak akan dipenuhi. Pantauan kami, banyak anak tidak memiliki Akta Kelahiran disebabkan merasa tidak penting dan sebagian lagi sulit mengurusnya dengan berbagai persyaratan rumit dan ada oknum pegawai yang memberatkan dengan sejumlah biaya,’’ ucap Rosnaniar, Selasa (19/2).

Kemarin, KPAID Riau memberikan 438 Akta Kelahiran secaragratis kepada anak-anak di Lokalisasi Teleju, Kelurahan Rejosari, Tanayan Raya.

Rosnaniar menyebutkan, akta kelahiran sangat penting untuk menunjang masa depan sang anak karena diperlukan pada untuk memasuki SMP dan SMA nantinya termasuk urusan-urusan lainnya. Kata dia, dipilihnya Lokalisasi Teleju karena selama ini warga di sana kesulitan mengurus Akta Kelahiran.

Salah seorang anak penerima Akta Kelahiran, Irsya, masih dengan memakai pakaian seragam sekolah dasarnya putih merah terlihat lebih banyak tertawa saat menerima akta tersebut. Tampak sekali ia tidak mengerti apa gunanya kertas selembar yang diberikan les berwarna keemasan tersebut. Ia mungkin tertawa senang karena surat selembar tersebut langsung diterimanya dari Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM.

‘’Ya tidak tahu untuk apa. Akta kelahiran kan? Tanda kelahiranlah, ada tanggal lahir dan namanya. Senang memang. Tidak tahu untuk apa gunanya,’’ katanya saat ditanya Riau Pos. Hadir pada kesempatan acara tersebut, pengurus KPAID Provinsi Riau, di antaranya Nurhasyim, Zulmansyah, pengurus KPAID Kota Pekanbaru, dr Ekmal Rusdy, Jakiman SPd dan lainnya. Disamping itu juga hadir Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM yang menyerahkan secara simbolis akta kelahiran, Kepala Distarduk Kota Pekanbaru, HM Dorman Johan, Kadis Sosial dan Pemakaman, Hj Husnimar Abdullah, Camat Tenayan Raya Daryuzar dan lainnya. ***

09 Mei 2008

''Bagaimana Ya, Kalau Mau Masuk Koran?''

Dari Acara Pendidikan Politik untuk Perempuan Pedesaan
Selama dua hari berturut-turut, Selasa-Rabu (7-8/5), lebih 100 orang kaum perempuan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pelalawan mengikuti Pendidikan Politik untuk Perempuan Pedesaan di Hotel Meranti, Pangkalankerinci. Dalam acara ini mereka diberi pembekalan soal politik, karena selama ini kaum perempuan merasa ditinggalkan oleh kaum laki-laki. Laporan Idris Ali, Pangkalan Kerinci idris-ali@riaupos.co.id

Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya SALAH seorang narasumber dari acara yang diselenggarakan kerja sama ISDP-BPPM Riau tersebut adalah Zulmansyah Sekedang, Pemimpin Redaksi Riau Pos yang membawakan materi bertajuk ‘Kaum Perempuan, Bangkitlah!’.

Menurut Zulmansyah, saat ini kesempatan kaum perempuan di Indonesia, termasuk di Riau dan Pelalawan, untuk menjadi anggota legislatif lebih terbuka. Ini setelah diberlakukannya UU Pemilu dan UU Partai Politik yang mengamanatkan kuota sekurang-kurangnya 30 persen untuk kaum perempuan.

‘’Sayangnya, meski kesempatan sudah terbuka, masih banyak kaum perempuan yang belum memanfaatkan kesempatan ini. Ada yang tidak tahu, ada juga yang tidak mau,’’ jelas Zulmansyah. Bagi kaum perempuan yang tahu dan mau, lanjut Wakil Ketua KNPI Riau ini, ternyata juga tidak mudah berkompetisi dengan kaum lelaki. Salah satu sebabnya, kaum perempuan tersebut belum begitu populer dan dikenal oleh masyarakat luas.

Untuk dapat dikenal luas, lanjut Zulmansyah, dapat dilakukan dengan pencitraan diri melalui media massa. ‘’Dalam pentas politik Indonesia, pencitraan itu sangat penting. Salah satunya, ya melalui media massa,’’ jelas Zulmansyah. Beberapa peserta tampak antusias dengan ‘strategi’ pencitraan itu. ‘’Bagaimana ya, kalau mau masuk koran?’’ ungkap salah seorang peserta bertanya. Menurut Zulmansyah, tampil di media massa untuk pencitraan tidaklah sulit. Konsep media adalah mewartakan fakta dan peristiwa yang ada. Karena itu, kepada siapapun yang ingin masuk koran harus membuat fakta dan peristiwa.

‘’Ibu-ibu membuat sunatan massal saja sudah cukup fakta dan peristiwanya agar ibu-ibu bisa masuk koran. Apalagi kalau ibu-ibu berani demonstrasi memprotes kenaikan BBM misalnya, itu bisa menjadi berita besar bagi koran,’’ jelas Zulmansyah. Pencitraan itu, tegas Zulmansyah, tujuannya tentu untuk hal yang baik. ‘’Makanya ibu-ibu harus membuat kegiatan yang baik-baik, dan sedapat mungkin bermanfaat bagi orang banyak. Insya Allah, kalau itu dilakukan, pencitraan ibu-ibu di tengah masyarakat juga sangat baik,’’ ujar Zulmansyah.***

02 April 2008

”Media Kurang Berpihak pada Pemberitaan Perempuan?”

Sejumlah media massa yang terbit di Provinsi Riau, dinilai kurang memberikan tempat untuk pemberitaan kegiatan perempuan. Tak hanya itu, media juga tidak berpihak untuk mengangkat sosok perempuan berkualitas . Akibatnya keberhasilan perempuan kurang terpublikasi dengan baik.


‘’Kami merasa cukup prihatin dengan keberpihakan media untuk pemberitaan aktivitas perempuan. Sekaligus mengangkat sosok perempuan ke permukaan. Akibatnya meski berkualitas, sosok perempuan tak pernah diketahui oleh khalayak ramai,’’ ucap Siti Rohana, salah seorang aktivis perempuan asal Kelurahan Merpoyan Damai, Pekanbaru. Ini disampaikannya saat menjadi peserta pada kegiatan Workshop Pendidikan Politik untuk Perempuan Pedesaan Kabupaten/Kota Provinsi Riau, di Hotel Ibis Pekanbaru, Rabu (2/4). Kegiatan diselenggarakan Badan Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat (BPPM) Provinsi Riau, bekerjasama dengan Indonesian Society for Democracy and Peace (ISDP) Riau.

Pertanyaan bernada kritikan ini, disampaikan Siti Rohana pada sesi bahasan ‘’Perempuan dan Politik dalam Perspektif Media’’ dengan pembicara Pemimpin Redaksi Riau Pos Zulmansyah Sekedang.

Minimnya pemberitaan terhadap kalangan perempuan ini sebut Rohana, menyebabkan semakin kecilnya peluang perempuan untuk terlibat dalam dunia politik. Apalagi untuk menjadi calon legislatif melalui partai politik atau calon independen yang peluangnya dibuka melalui keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Menanggapi ini, Zulmansyah menyebutkan, sejauh ini keberpihakan media di Riau untuk pemberitaan terhadap kalangan perempuan sudah terbilang cukup bagus. Untuk Riau Pos misalnya, telah menyediakan sebanyak delapan halaman khusus untuk pemberitaan tentang perempuan termasuk aktivitas-aktivitas perempuan. Ini dikemas khusus dalam koran Riau Pos terbitan Ahad.

‘’Mungkin ibu-ibu saja yang tidak fokus membaca dan mencermatinya,’’ ucap Zulmansyah. Selain itu Riau Pos juga menyediakan rubrik khusus untuk kalangan remaja termasuk perempuan di halaman X-Presi. Riau Pos sehari-hari juga memberi tempat cukup baik untuk perempuan untuk diberitakan.

Menurut Zulmansyah, dalam perspektif media, saat ini kesempatan dan peluang kaum perempuan untuk ikut dan berperan dalam aktivitas politik sangat besar. Selain itu jumlah kaum perempuan lebih besar dari laki-laki. ‘’Aturan hukum yang ada saat ini juga memberikan kuota besar bagi perempuan untuk bangkit dan berdiri sama tegak dengan kaum laki-laki, terutama dalam aktivitas politik termasuk di keanggotaan legislatif,’’ katanya.***